Hindari Gesekan, Rencana Pembangunan Dermaga Wisata Samarinda Diarsipkan

Date:

Samarinda, ibu kota provinsi Kalimantan Timur ini menyimpan banyak potensi di dalamnya. Tidak heran jika sang Walikota lantas memanfaatkan peluang untuk semakin mengembangkan potensi Kota Tepian secara merata. Tidak terkecuali wilayah Kecamatan Samarinda Seberang yang menyimpan banyak nilai sejarah dan budaya. 

Sumber gambar: unsplash.com/motomotosc

Rencana pembangunan Dermaga Wisata Samarinda di depan Masjid Tua Shiratal Mustaqiem-Samarinda Seberang pun tercetuskan oleh beliau. Namun semenjak Juli 2023, ketika pihak Pemkot mengutarakan ide tersebut, sampai dengan sekarang belum nampak realisasinya.

Daya Tarik Dermaga Wisata Samarinda

Andi Harun, Walikota Samarinda memiliki rencana membuat kompleks wisata di Samarinda Seberang. Hal ini pula yang kemudian melatarbelakangi ide pembangunan Dermaga wisata tepat di depan Masjid Tua. Tentu saja guna mempermudah akses ke Seberang, sekaligus menjadi pembeda dari wisata lainnya. 

Tadinya, Andi berharap dapat membuat paket wisata lengkap mulai dari susur Sungai Mahakam menggunakan kapal wisata.

Kemudian merapat ke dermaga lanjut mengunjungi tempat bersejarah di Samarinda Seberang seperti Kampung Tenun, Kampung Ketupat, dan Masjid Tua serta Makam Daeng Mangkona. 

Konsep tersebut tentu akan menarik wisatawan, apabila dibandingkan dengan mengunjungi Kecamatan Samarinda Seberang via darat. Ada juga wisatawan yang berkunjung lewat jalur darat, akan tetapi tidak dalam jumlah besar. Hal ini menantang Pemkot Samarinda untuk memaksimalkan potensi wisata alam dan sejarah di sana.

Harapannya, Samarinda mampu berkembang secara merata di seluruh wilayah cakupannya. Dengan begitu, tidak hanya masyarakat yang tinggal di pusat kota saja yang mencapai kesejahteraan hidup.

Penghambat Realisasi Dermaga Wisata Samarinda

Untuk bisa merealisasikan rencana Pemkot terkait kompleks wisata yang terintegrasi dengan Dermaga Wisata, memerlukan lahan yang cukup luas. Faktanya, kawasan yang berada di depan Masjid Tua merupakan wilayah padat penduduk dengan jalanan sempit. Penduduk sekitar telah menetap di sana selama berpuluh tahun, dari beberapa generasi. 

Tentu saja hal itu pula yang kemudian menyulitkan pihak Pemkot Samarinda dalam membebaskan lahan. Penduduk setempat tetap menolak meski mendapat kompensasi, bahkan sempat muncul aksi penolakan dari mereka. 

Namun menurut Aditya K. yang menjadi Camat Samarinda Seberang, Pemkot tidak serta mundur karena penolakan yang ada. Justru tengah mencari jalan tengah sebagai solusi terbaik bagi masyarakat, terlebih tujuannya pun baik yakni mengembangkan pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. 

Meskipun begitu, Adit menambahkan bahwasanya pihak Pemkot tidak ingin terjadi gesekan yang kemudian justru menimbulkan bentrokan.

Tentu jika hal tersebut terjadi malah menimbulkan ketidaknyamanan bahkan menurunnya kepercayaan masyarakat pada pihak Pemkot. 

Maka dari itulah, sementara waktu rencana pembangunan Dermaga Wisata harus diarsipkan. Tentu saja sampai memperoleh solusi yang memberi keuntungan bagi seluruh pihak terkait. Masyarakat sekitar dan pihak Pemerintah Kota Samarinda pastinya. 

Berdasarkan penuturan Camat Samarinda Seberang, Walikota berencana untuk melakukan dialog secara langsung dengan warga setempat. Beliau berharap dapat mendengar pendapat serta keinginan mereka, supaya mencapai kesepakatan. Barulah fokus pada pemerataan pembangunan sesuai rencana awal. 

Dengan begitu, rencana yang bertujuan baik bagi Samarinda sekaligus seluruh masyarakatnya dapat terealisasi tanpa menimbulkan ketegangan. Bagaimanapun, kesepakatan dari kedua belah pihak harus tercapai lebih dahulu. “Kami bersama Pak Wali akan ke lapangan lagi. Sehingga mendapatkan alternatif jalan untuk pelaksanaan program, tanpa menghilangkan sosial-kultural yang ada di sana. Kami akan mendengarkan lebih dulu, suara dari warga masyarakat”, pungkas Aditya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Banjir di Kawasan Kutai Barat Meluas, Menggenangi 6 Kecamatan

Air bah di kawasan Kutai Barat tingginya lebih dari...

Pupuk Kaltim Beri Reward Kepada 15 Distributor Terbaik sebagai Apresiasi Kinerja selama 2023

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengadakan acara penghargaan...

Pemkab Kutai Timur Gelar Rembuk Stunting 2024: Upaya Bersama Turunkan Prevalensi Stunting

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur lewat DPPKB melangsungkan Rembuk dan...

Perkembangan Pembangunan IKN di Kutai Kartanegara: Menuju Kota Masa Depan yang Berkelanjutan

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur - Pemindahan Ibu Kota Negara...