Akmal Malik sebagai pejabat kantor Gubernur Kaltim menyatakan jika sampai pekan ini listrik belum menyala setelah banjir melanda Mahulu. Terpaksa ribuan orang harus menelan pil pahit hidup tanpa adanya listrik. Bencana tersebut merendam puluhan kampung di sejumlah kecamatan sejak Senin pekan lalu.

Sumber gambar: freepik.com/ninjason1
Kabar Terbaru Bencana Banjir Mahulu
Berdasarkan rapat koordinasi dari PLN Ujoh Bilang, sebanyak 3.339 pelanggan hingga kini listrik belum menyala. Sedangkan di kawasan Datah Bilang sejumlah 646 pelanggan juga merasakan dampak serupa. Sementara pada kawasan Long Iram, sebanyak 1.300 sudah kembali menikmati aliran listrik.
Akmal Malik mengharapkan adanya koordinasi solid dari pihak PLN agar aliran listrik dapat menyala dalam waktu dekat.
Penyebab utama listrik padam yaitu karena terjadi kerusakan infrastruktur PLN. Akmal juga menegaskan bahwa dibutuhkan kolaborasi antara Pemda dan stakeholder lainnya agar masalah ini dapat terselesaikan.
Prioritas untuk memulihkan listrik akan berdampak pada ketersediaan pangan untuk masyarakat terdampak bencana air bah ini. Kekecewaan disampaikan oleh Akmal berkaitan dengan mesin milik pemerintah Kabupaten Mahulu dengan kapasitas 2.200 KW tidak terhubung dengan jaringan PLN.
Penanggulangan Bencana oleh Pemkab Mahulu
Menyoal bencana banjir yang menimpa Kabupaten Mahakam Ulu, pemerintah telah melakukan beberapa penanggulangan. Upaya tersebut berfokus pada masyarakat yang terdampak air bah, seperti:
1. Tim SAR Gabungan Menyuplai Kebutuhan Logistik
Warga yang terdampak bencana air bah di Mahulu mendapat suplai logistik dari SAR Gabungan Provinsi Kaltim. Memang air sudah mengalami penurunan sejak Sabtu, namun Tim SAR membantu masyarakat setempat dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok. Adanya bantuan tersebut, maka penduduk dapat berfokus pada usaha pembersihan rumah.
Aktivitas warga terdampak bencana juga belum sepenuhnya kembali normal, seperti halnya pernyataan Kepala Basarnas, Dody Setiawan.
Bahan makanan pokok berasal dari Samarinda. Truk milik BPBD Kaltim yang mengirim seluruh kebutuhan pangan serta barang kebutuhan lainnya dengan jarak tempuh selama 10 jam.
Dinkes Kalimantan Timur, Dinsos Kaltim, BPBD Kalimantan Timur, Tim Rescue SAR dan Samarinda bahu membahu dalam kegiatan suplai bahan pokok. Sementara itu, Rescue Balikpapan dan BPBD Kubar harus menggeser tugasnya ke wilayah Kubar karena bencana yang sama.
2. Pembuatan Kamp Pengungsian
Penguatan SDM di Dinsos Kaltim terus melakukan penguatan dengan tujuan menangani kegawatdaruratan terhadap bencana. Adanya serangkaian pelatihan pembuatan kamp menjadi acara inti. Melalui pelaksanaan kegiatan yang berkesinambungan ini, maka bencana dapat teratasi dengan baik.
Mekanisme respon pemerintah setempat terhadap bencana menjadi poin penting. Tugas tanggap darurat harus meluas, seperti:
- Melakukan perhitungan matang terhadap korban yang terdampak bencana.
- Mempersiapkan logistik serta makanan yang mencukupi.
- Meningkatkan kualitas para petugasnya.
- Seluruh penduduk tanpa memandang.
Pelatihan penanganan bencana air bah ini dihadiri oleh 50 orang peserta yang terdiri dari beragam unsur. Untuk materi pelatihan juga berbobot, antara lain:
- Kelayakan sanitasi.
- Penanganan kesehatan warga di pengungsian.
- Penyediaan makanan bernutrisi untuk seluruh pengungsian.
- Pemilihan untuk lokasi penampungan yang bersih, nyaman, dan terlindungi dari serangan berbagai penyakit.
Hadirnya ancaman bencana yang terjadi di Kalimantan Timur beberapa bulan ke belakang terus mengalami peningkatan. Hal tersebutlah yang mendasari pentingnya pelatihan penanganan korban bencana air bah. Pelatihan tersebut juga memiliki fungsi lain, seperti mengantisipasi timbulnya potensi gesekan seiring pembangunan IKN.
Terjadinya bencana banjir yang menerjang kawasan Mahulu menjadi perhatian penting pemerintah Daerah Kaltim. Kolaborasi dengan badan terkait akan mempercepat proses penanganan para korban terdampak air bah.